Objek Wisata Gunung Bromo Dan Kisah Suku Tengger

No Comments

Brosis, apakah Anda pernah melihat film Pasir Berbisik oleh Nan Achnas atau apakah Anda melihat bukit hijau yang indah dari film Teletubies? Jika tidak, segeralah pergi ke salah satu destinasi favorit para pelancong yang berada di ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, yaitu Gunung Bromo.

Objek Wisata Gunung Bromo

Sebuah wilayah yang terletak di wilayah Jawa Timur menawarkan paket wisata yang unik, seperti hamparan pasir laut yang luas, matahari terbit yang indah (matahari terbit), serta tantangan untuk melewati ratusan anak tangga ke puncak Gunung Bromo, yang masih menghirup aktif belerang.

Secara geografis, kawasan wisata ini terletak di empat wilayah yang meliputi Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang.

Nama Gunung Bromo sendiri diambil dari bahasa Sanskerta yaitu Brahma, yang berarti nama salah satu dewa dalam agama Hindu.

Bagi Brosis yang berada di luar kota, perjalanan udara adalah pilihan utama. Saat ini, ada banyak maskapai penerbangan nasional yang membuka rute penerbangan ke Bandara Juanda, Surabaya, yang merupakan pintu masuk awal ke daerah Gunung Bromo. Anda dapat memilih beberapa maskapai, yang tentu saja sesuai dengan biaya perjalanan.

Keturunan Raja Majapahit

Bagi Anda yang tidak punya banyak waktu, manfaatkan fasilitas pemesanan tiket online seperti Traveloka untuk Pemesanan Online Citilink. Tidak hanya itu mudah, Anda juga dapat menikmati berbagai promosi menarik untuk kota-kota lain di Indonesia.

Berbicara tentang Gunung Bromo, tentu saja, tidak dapat dipisahkan dari masyarakat adat yang menempati daerah tersebut. Ya, mereka adalah Suku Tengger yang bisa Anda temui dengan mudah di sana.

Menurut banyaknya literasi yang terkumpul rafting di batu, nama Tengger sendiri berarti gunung tempat mereka tinggal di dataran tinggi.

Suku Tengger sendiri percaya bahwa mereka adalah keturunan dari putri Raja Majapahit, yaitu, Roro Anteng dan putra seorang brahmana bernama Joko Seger. Keduanya menikah dan membangun pemukiman di wilayah Tengger yang disebut Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger atau Penguasa Tengger yang Anggun. “

Mata pencahariannya sehari-hari adalah sebagai petani dan beberapa yang lain sekarang berusaha mencari nafkah sebagai pemandu wisata bagi wisatawan yang datang berkunjung. Bagi mereka yang memiliki lebih banyak bahan, mereka juga mencoba membangun bisnis dengan menyewa berbagai fasilitas, seperti mobil sewaan jip untuk bermalam bagi para pelancong yang tidak jauh dari kawasan Gunung Bromo.

Upacara Tengah Malam

Agama yang diadopsi oleh suku Tengger adalah Hindu. Namun, kepercayaan yang dianut oleh mereka berbeda dari Hindu pada umumnya. Misalnya, di komunitas Tengger tidak ada upacara kremasi (kremasi) seperti yang dilakukan oleh umat Hindu.

Tidak hanya itu, mereka juga tidak memiliki kuil sebagai tempat ibadah. Tetapi jika mereka menyembah, mereka terjadi di taman. Poten adalah sebidang tanah di lautan pasir tempat Upacara Kasada berlangsung.

Berbicara tentang ritual keagamaan, setiap tahun suku Tengger selalu melakukan upacara yang sering disebut Yadnya Kasada. Dalam pelaksanaannya, upacara ini berlangsung pada tengah malam sekitar pukul 00.00 WIB atau bertepatan di Kasada (kesepuluh) sekitar 14 dan 15.

Prosesi upacara sakral ini berlangsung di Pura Luhur Poten Bromo, yang terletak di kaki Gunung Bromo.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, Upacara Yadnya Kasada diadakan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua rezeki dan keamanan yang telah disediakan. Itulah sebabnya mereka begitu religius sehingga mereka hidup damai dan damai.

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *